Saturday, May 2, 2020

Tertarik Investasi Reksadana? Kenali Pengertian Reksadana dan Jenis-Jenisnya Yuk!


Reksadana seringkali menjadi istilah yang sering disebut ketika Anda membicarakan mengenai investasi. Namun apa itu reksadana dan seperti apa penjelasannya?. Reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang bisa menjadi alternatif pilihan terutama bagi para pemodal kecil atau bagi Anda yang tidak memiliki waktu dan belum begitu mendalami atau ahli dalam bidang investasi. Reksadana juga menjadi pilihan investasi banyak orang saat ini. 

Pada intinya, reksadana merupakan sarana untuk menghimpun modal dari para masyarakat umum yang ingin melakukan investasi namun belum memiliki pengetahuan atau waktu yang cukup untuk kegiatan investasi. Dana yang terhimpun ini selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi untuk portofolio efek. 

Maka, reksadana dapat diartikan sebagai dana bersama para pemodal yang dipercayakan pada manajer investasi untuk mengelola kumpulan dana tersebut. Ini membuat Anda sebagai investor tidak akan direpotkan untuk memantau kinerja investasi, karena investasi yang Anda tanam sudah dikelola oleh manajer investasi yang merupakan seorang profesional dan paham untuk memilih saham-saham mana yang memiliki prospek bagus untuk dikoleksi. 

Selain itu, investasi dalam bentuk reksadana juga bisa Anda mulai dengan modal kecil, bahkan ada yang mulai dari ratusan ribu rupiah. Resiko dari investasi reksadana ini juga dapat diminimalisir oleh manajer investasi sehingga investasi ini dapat dibilang memiliki resiko minim. Ini membuat reksadana menjadi investasi yang cocok bagi para pemula di bidang investasi.  

Jenis-Jenis Reksadana

Untuk lebih memahami apa itu reksadana dan seperti apa bentuknya, berikut beberapa jenis reksadana yang bisa Anda pilih sebagai investasi. 

1. Reksadana pasar uang

Jenis reksadana pasar uang merupakan reksadana dimana Anda akan berinvestasi terhadap instrumen-instrumen investasi di pasar uang. Masa jatuh tempo reksadana jenis ini yaitu kurang dari satu tahun. 

Bentuk instrumen investasi reksadana pasar uang bisa bermacam-macam, misalnya deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia, atau surat berharga pasar uang. Reksadana jenis ini merupakan jenis investasi dengan resiko yang paling rendah dimana tujuan investasinya adalah untuk menjaga likuiditas serta pemeliharaan modal. 

2. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan efek utang atau obligasi. Besaran aktiva dalam investasi ini adalah minimal delapan puluh persen. Jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang, reksadana jenis ini memiliki resiko lebih besar dimana tujuan investasinya adalah untuk memberikan kestabilan tingkat pengembalian. 

3. Reksadana campuran

Jenis reksadana campuran merupakan reksadana yang mengalokasikan dana investasi dari para pemilik modal untuk berbagai portofolio yang bervariasi. Instrumen investasi pada reksadana jenis ini bisa berupa saham yang juga dikombinasikan dengan obligasi. 

Tujuan dari investasi reksadana campuran adalah untuk pertumbuhan harga serta pendapatan. Resiko serta tingkat pengembalian reksadana jenis ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana jenis pendapatan tetap. 

4. Reksadana saham

Jenis reksadana ini menanamkan investasi dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas dengan nilai investasi minimal delapan puluh persen dari aktiva. Reksadana jenis ini merupakan reksadana yang memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana jenis lain, namun juga memiliki tingkat pengembalian yang cukup tinggi dibanding yang lain dengan tujuan jangka panjang dalam hal pertumbuhan harga saham. 

Itulah sedikit pengertian tentang apa itu reksadana beserta jenis-jenis reksadana dan resiko setiap jenis reksadana. Melalui reksadana, para investor pemula dan para investor pemodal kecil bisa ikut merasakan keuntungan dari melakukan investasi di pasar modal. 

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.

0 comments:

Post a Comment