Sunday, October 27, 2019

Tips Menemukan Hotel Sesuai Kebutuhan Secara Online


Memilih hotel atau akomodasi yang tepat adalah hal yang esensial untuk memastikan kelancaran liburan atau perjalanan bisnis. Dengan hadirnya online travel agent (OTA) seperti Traveloka, kini setiap pengguna dapat memesan kamar hotel sebelum keberangkatan. Pengguna juga bisa melakukan perbandingan harga dan fasilitas antara satu hotel dengan hotel yang lain di negara atau kota destinasinya.

Menurut data dari BPS pada tahun 2018, tercatat ada lebih dari 3.300 hotel berbintang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Jika dijumlah, ada 314.000 kamar yang tersedia untuk dipesan. Provinsi dengan jumlah hotel berbintang tertinggi adalah Bali (551), Jawa Barat (463), dan DKI Jakarta (326).

Dengan semakin menjamurnya kehadiran hotel, persewaan kamar, hingga persewaan rumah dan apartemen harian, pengguna tidak akan pernah kehabisan pilihan, bahkan ketika bepergian di musim liburan. Namun, bagaimana cara memastikan bahwa Anda bisa menemukan hotel yang sesuai dengan kebutuhan?

Traveloka mengembangkan beberapa fitur canggih untuk memudahkan pengguna mencari hotel sesuai selera dan preferensi masing-masing. Berikut ini lima tips penting yang bisa Anda lakukan:

1. Masukkan budget ke dalam fitur harga

Hal pertama yang perlu diketahui sebelum mencari hotel adalah anggaran atau budget. Gunakan fitur filter harga di Traveloka dan masukkan harga maksimal yang sesuai dengan budget. Fitur ini sangat berguna untuk mempercepat proses pencarian, sehingga semua akomodasi yang ditampilkan berada pada jangkauan budget. Setelah menetapkan anggaran, pengguna juga bisa mengurutkan tampilan pilihan hotel mulai dari harga termurah hingga termahal.

2. Tentukan jenis properti yang ingin dipilih

Setiap perjalanan atau liburan membutuhkan tipe akomodasi yang berbeda-beda. Dalam aplikasi Traveloka, pengguna dapat memilih beberapa kategori untuk menemukan hotel yang tepat. Misalnya, kategori Family-Friendly akan menampilkan pilihan hotel ramah-anak yang memiliki fasilitas penunjang, seperti kolam renang, taman bermain, atau kamar keluarga. Kategori Budget atau Hostel cocok untuk para backpacker yang hendak berwisata dengan anggaran lebih hemat. Ada juga kategori Luxury yang dapat dipilih pengguna jika ingin memanjakan diri di hotel-hotel mewah berbintang empat atau lima.

Selain kategori tersebut, pengguna bisa semakin mempersempit hasil pencarian dengan memilih tipe akomodasi yang diinginkan. Misalnya, jika ingin berpergian bersama teman-teman dan keluarga dalam jumlah banyak, pengguna dapat mencentang pilihan Resort atau Villa. Traveloka memiliki ribuan direktori tipe penginapan untuk kebutuhan wisatawan, entah itu berupa homestay, apartemen, hotel, villa, hostel, atau bed and breakfast yang lebih sederhana.

3. Manfaatkan fitur peta untuk memilih lokasi terbaik

Ketika berlibur maupun melakukan perjalanan bisnis, pemilihan lokasi menginap adalah hal yang sangat penting. Jika hotel atau penginapan terletak jauh dari pusat kota atau berada di lokasi yang kurang aman, bisa-bisa pengalaman berlibur rusak karena tidak bisa beristirahat dengan tenang.

Karena itu, pengguna dihimbau untuk selalu memanfaatkan fitur peta untuk menemukan hotel yang terletak di lokasi terbaik. Fitur peta digital yang interaktif ini mudah digunakan karena pengguna bisa memasukkan alamat, tempat wisata, atau bagian kota tertentu, kemudian Traveloka akan memberikan rekomendasi hotel yang berada di radius terdekatnya.

4. Pilih fasilitas yang wajib ada

Setiap hotel menawarkan fasilitas yang berbeda-beda. Bahkan, dalam satu hotel, fasilitas antara tipe kamar Deluxe dan Suite pun berbeda. Agar tidak sampai salah pilih, Traveloka menyediakan pilihan fasilitas standar yang bisa dicentang, seperti WiFi, kolam renang, restoran, elevator, pusat kebugaran, dan transport dari/ke bandara. Misalnya, untuk perjalanan bisnis, pengguna tentu membutuhkan koneksi WiFi agar pekerjaan tetap berjalan lancar. Dengan mencentang fasilitas WiFi, maka Traveloka hanya akan menampilkan pilihan hotel yang menyediakan fasilitas tersebut.

5. Tuliskan permintaan khusus untuk hotel

Jika membutuhkan fasilitas yang lebih detail, Traveloka menyediakan kolom untuk permintaan khusus/special request. Ingin check-in lebih awal? Ingin memilih tipe kasur twin atau king? Atau ingin memilih kamar hotel yang bebas asap rokok? Semuanya dapat dilakukan hanya semudah mengetik di ponsel pintar.

Itu dia keunggulan memesan hotel di Traveloka! Sebagai perusahaan solusi travel online ternama di Indonesia, Traveloka telah bermitra dengan ratusan ribu penginapan mulai dari hotel, hostel, hingga apartemen, untuk melayani pengguna di seluruh daerah Indonesia dan luar negeri. Apapun kebutuhannya, wisatawan bisa pesan hotel mudah di Traveloka sebagai solusi semua perjalanan.

Saturday, October 26, 2019

Harus Ada Aturan Jika Operator Seluler Asing Jualan Produk di Indonesia


Evita Nursanty, Anggota Komisi 1 DPR RI mengapresiasi langkah yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pasca rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 1  tentang pelarangan penjualan SIM Card operator Zain. Zain merupakan operator seluler asal Arab Saudi.

Keberatan yang dilayangkan Komisi 1 tidak didiamkan oleh Kemkominfo. Walaupun Komisi 1 DPR mengapresiasi namun harapannya tak hanya menghentikan sementara.

Sebagaimana diketahui, setelah ramai pemberitaan negatif mengenai penjualan SIM Card operator asing itu, Kemkominfo mengeluarkan keterangan resmi yang menyebutkan hanya sementara memberhentikan penjualan SIM Card.

"Seharusnya Kemenkominfo dan Kemendag bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Pemerintah harus adil," ujar Evita.

Dilanjutkannya, seharusnya pemerintah dapat segera bertindak tegas kepada Zain. Karena banyak pihak yang terdampak negatif dengan penjualan SIM card Zain di Indonesia. Seperi hilangnya potensi pajak, PNBP, perlindungan konsumen dan mengganggu iklim usaha.

Agar kegiatan Zain ini tidak merugikan negara dan masyarakat dikemudian hari, Evita meminta agar pemerintah melalui Kemenkominfo dan Kemendag segara meregulasi operator asing asal Saudi Arabia tersebut.

Mungkin jika Zain ingin menjual SIM card di Indonesia, mekanismenya adalah mereka bisa bekerjasama dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Karena operator telekomunikasi Indonesia yang ingin melayani pelanggannya pada musim haji juga menjalin kerjasama dengan operator telekomunikasi di Saudi Arabia.

"Operator telekomunikasi Indonesia kan tak bisa menjual SIM card di Saudi. Kenapa kita mengizinkan mereka bisa berjualan di Indonesia. Harusnya pemerintah melakukan resiprokal. Sehingga persaingan usaha menjadi lebih sehat," jelasnya.

Pengamat telekomunikasi dan mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi mengatakan, seharusnya Kemkominfo tidak hanya menghentikan sementara penjualan SIM card Zain di Indonesia.

Jika Zain memang melanggar perundang-undangan yang ada, seharusnya pemerintah segera menghentikan kegiatan penjualan SIM card tersebut dan mengeluarkan surat peringatan baik itu dari Menkominfo atau BRTI. Lanjut Heru, pemerintah harus segera menindak pihak yang bertanggung jawab atas pemasaran Zain di Indonesia.

"Kalau benar dihentikan ya bisa jadi efek jera bagi operator lain tidak sembarangan jualan produk di sini. Asal ada peringatan secara resmi, baik dari Menkominfo atau BRTI, bukan kesimpulan rapat," ujar Heru.

Friday, October 25, 2019

Cara Intip Last Seen WhatsApp Pengguna yang Disembunyikan, Ternyata Bisa!


Salah satu fitur yang paling banyak dipakai di WhatsApp adalah fitur menyembunyikan last seen. Hal ini tentu dilakukan agar orang lain tidak mengetahui kapan kita online di WhatsApp.

Fitur ini sudah tersedia di Android dan iPhone, jadi banyak pengguna yang memakainya.

Terkadang, sifat keingintahuan manusia terhadap sesuatu yang disembunyikan semakin besar. Dan jika ini adalah hal yang penting seperti urusan pekerjaan dan janji, menyembunyikan last seen tentu bukan hal yang 'fair' dilakukan bagi orang lain.

Nah berikut cara untuk tetap mengintipnya jika Anda mau. Mengutip laman Liputan6.com, berikut cara melihat last seen di WhatsApp walaupun sudah disembunyikan.

1. Install Aplikasi WhatsClock


Cara pertama, yaitu menginstal aplikasi WhatsClock di smartphone kamu. Langkah kedua, tambahkan nomor WhatsApp yang ingin kamu lacak last seen-nya.

Langkah ketiga, klik kontak yang telah kamu tambahkan sebelumnya. Lalu, klik "Get More Time", dan terakhir, kamu akan mendapatkan 3 jam untuk menggunakan aplikasi ini secara gratis.

Kalau lewat dari waktu tersebut, maka kamu akan dikenakan biaya.

2. Keuntungan Gunakan WhatsClock


Keuntungan menggunakan aplikasi WhatsClock, kamu akan mendapatkan notifikasi sebanyak dua kali.

Pertama, saat teman kamu online dan saat dia meninggalkan obrolan di WhatsApp.

Keuntungan lainnya adalah bisa melihat semua log (catatan) WhatsApp orang tersebut selama menggunakan aplikasi ini.

3. Bisa Juga Gunakan Aplikasi Wossip


Cara kedua, dengan menggunakan aplikasi Wossip yang bisa didapatkan melalui Google Play Store. Untuk dapat mengaksesnya, kamu harus masuk ke email dan klik "Monitor Contact".

Selanjutnya, pilih kontak yang ingin dilacak dari smartphone. Berbeda dengan WhatsClock yang hanya bisa memberi 3 jam gratis untuk melacak, aplikasi ini memberikan waktu selama 24 jam secara gratis.

Friday, October 18, 2019

Siap-siap, ARTJOG 2019 Sebentar Lagi Dimulai


Perhelatan pameran seni rupa kontemporer ARTJOG 2019 bakal segera digelar. Perhelatan tersebut direncanakan akan menyapa pencinta seni pada 25 Juli-25 Agustus 2019. Lokasinya masih di Jogja National Museum (JNM) DI Yogyakarta.

Staf Khusus Menpar bidang Media dan Komunikasi Don Kardono mengatakan, ARTJOG 2019 akan memperlihatkan berbagai karya seniman dalam dan luar negeri.

"Karya-karya seni yang luar biasa akan ditampilkan. Baik dari dalam maupun luar negeri. Begitu juga berbagai program lainnya yang bakal membuat ARTJOG makin meriah," papar Don Kardono.

Direktur ARTJOG, Heri Pemad mengatakan sepanjang perjalanannya, ARTJOG selalu berupaya menciptakan ruang pertemuan seluas-luasnya bagi publik. Terutama melalui aktivitas kesenian. Tahun ini pun demikian. Mengusung tema Arts in Common, ARTJOG 2019 lebih menegaskan citra dari kegiatan tersebut.

"Tahun ini, kami ingin menegaskan ARTJOG tidak lagi bicara soal art fair. Karena selama ini ARTJOG selalu dikemas meriah dan cenderung festiv. Sehingga ARTJOG itu lebih pas bila disebut sebagai suatu festival," ujar Heri Pemad dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Untuk memperkuat visi jangka panjangnya sebagai perhelatan reguler, ARTJOG telah memproyeksikan sebuah tema besar. Sebuah tema yang memayungi penyelenggaraan edisi-edisi selanjutnya. Sepanjang 2019-2021, ARTJOG akan dibingkai oleh tema besar Arts in Common, yang diturunkan ke dalam tiga sub-tema kuratorial dalam tiga edisi festival setiap tahunnya.

"Pameran ARTJOG MMXIX mengusung tajuk kuratorial common|space, melalui karya-karya yang mempersoalkan 'ruang bersama' di mana kita hidup hari-hari ini. Diikuti hampir 40 seniman individu maupun kelompok dari Indonesia dan mancanegara seperti Austria, Australia, Filipina dan Singapura," jelasnya.

Sementara itu, Kurator ARTJOG 2019, Agung Hujatnika menambahkan selama ini art fair cenderung menitik beratkan pada aspek pasar dan komersial. Dalam suatu art fair yang ditampilkan lebih banyak galeri seni. Dirinya menyadari sedari awal, ARTJOG memiliki karakter festival yang lebih kuat dan tidak ada keterlibatan galeri secara formal.

"Ini sebuah perhelatan, jadi sudah waktunya menegaskan ARTJOG sebagai festival bukan art fair," jelas Agung.

Lebih lanjut Agung menerangkan, ARTJOG 2019 akan diikuti oleh 40 seniman dalam dan luar negeri. Karya yang ditampilakan pun tak sembarangan. Semuanya melalui kurasi yang ketat. Dari mulai open call applications, hingga undangan khusus.

"ARTJOG 2019 tetap mempertahankan beberapa program edukasi pamerannya, seperti Meet the Artist dan Curatorial Tour. Sementara LeksiKon merupakan program baru yang menyajikan wicara-seniman (artist talk) secara performatif," ujar Agung.

Dengan eksistensi dan keberagamannya tak pelak, ARTJOG pun kembali masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menurut Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, ARTJOG sudah menjadi layaknya city branding bagi Yogyakarta. Keberadaannya selalu dinanti pencinta seni Indonesia bahkan dunia.

"ARTJOG semakin mempertegas citra Jogja sebagai kota seni. Kota atraktif dengan seniman-seniman yang kreatif. Inilah mengapa ARTJOG selalu masuk dalam 100 CoE Kemenpar," papar Don yang juga Ketua Tim Kurator CoE Kempar itu.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuty ikut memuji konsistensi ARTJOG sebagai salah satu atraksi wisata andalan.

"Terbukti ArtJog telah menjadi pelaksanaan yang ke 12 kalinya dan rutin setiap tahun digelar. Selain itu selalu mampu menyedot wisatawan serta pencinta seni untuk datang menikmatinya. Ini sebuah konsistensi yang luar biasa," kata Esthy.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung pun mengamini hal tersebut. Dirinya mengakui jika reputasi ARTJOG telah mendunia. Apalagi ARTJOG selalu tampil berbeda disetiap pelaksanaannya. Selalu ada seni rupa kontemporer terbaru yang disajikan. Hal ini menjadikannya sebuah pagelaran akbar maha karya seni rupa.

"Sejak pertama kali diadakan, kemudian sebagai Jogja Art Fair (JAF) pada tahun 2008 sebagai bagian dari Festival Seni Yogyakarta, acara ini telah mendapatkan reputasi yang kuat di antara kolektor seni dan dealer tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga secara global. Acara ini telah mendatangkan ribuan pecinta seni ke Jogyakarta," ujar Adella yang didampingin Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya ArtJog bukanlah hanya sebuah pagelaran seni semata. Kehadirannya bagai sebuah pekan raya bagi para pencinta seni. ArtJog pun semakin memantapkan Jogja sebagai kota seni Indonesia.

"Setiap kali digelar ArtJog selalu ramai disesaki para pencinta seni, baik dari dalam maupun luar negeri. Selalu terjadi antrean panjang pengunjung yang ingin memasuki ruang pameran. Semua ingin menikmati ratusan karya seni, termasuk lukisan, gambar, patung, instalasi, foto, video, puisi, pertunjukan teater dan diskusi publik. Inilah keistimewaan ArtJog. Pokoknya jangan mengaku pencinta seni kalau tidak menghadiri ArtJog," papar Menteri asal Banyuwangi itu.

Tuesday, October 15, 2019

Aroma Pariwisata Tercium Harum di Pacific Exposition 2019


Aroma pariwisata tercium harum pada opening Pasific Exposition 2019 di Sky City Convention Center, Auckland. Sebanyak 20 negara mempertontonkan semua potensi wisatanya di New Zealand Foyer room 2 dan 3. Dua pertiganya, didominasi Indonesia.

Exotic NTT, Papua Barat dengan Raja Ampatnya, Maluku, Kopi Indonesia, Garuda Indonesia, semua terlihat anggun dengan desain khas Indonesia.

Itu belum termasuk booth Wonderful Indonesia. Booth ini mempromosikan semua warna Wonderful Indonesia. Ada kopi khas Papua, Flores dan Toraja. Ada juga travel dari Cilu Bintang Estate, Air New Zealand, CV R Production, Gapi Di e, dan House of Travel.

Tampilannya? Indonesia banget. Desainnya Phinisi, kapal layar asal Bugis, Sulawesi Selatan.

Replika yang ditampilkan tak utuh. Yang terlihat hanya ujung perahu dan sejumlah tiang. Ukurannya juga hanya 6 x 5 meter. Tak sebesar tampilan saat "berlayar" di PATA Travel Mart atau ITB Berlin. Tapi, tampilan uniknya sudah cukup membuat orang berhenti sejenak di booth Wonderful Indonesia.

Bentuknya yang khas, runcing di depan, tumpul di belakang, dengan beberapa tiang, tinggi menjulang, tangga untuk membentangkan layar, tali temali yang rapi, dianggap cukup pantas untuk memenuhi storage gadget masing-masing.

Dari sejarahnya, kapal tradisional dari Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan itu memang sangat dihormati. Sangat disegani dunia. Hanya bermodalkan kapal kayu, layar dan tali temali, Phinisi sudah melanglang buana kemana-mana.

"Phinisi itu sudah mendunia. Sudah menjelajah kemana-mana. Dari Asia, Afrika, Australia, Amerika, Eropa pernah dijelajahi pelaut kita dengan Phinisi. Dan, kapal model ini khas Indonesia, bisa mewakili identitas Indonesia. Karena itu kami konsisten menggunakan desain ini di semua travel market besar dunia," jelas Arief Yahya, Menpar RI di Auckland, Jumat (12/7).

Identitas sebagai negara maritim juga terwakili oleh Phinisi. Tak ada yang bisa membantah bawah Indonesia adalah negara kepulauan yang terbesar di dunia. Basic-nya bahari. Dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote, dua pertiganya adalah lautan. Realitas ini juga paralel dengan lima prioritas Presiden Joko Widodo yang mengangkat maritim sebagai salah satu prioritas pembangunan.

"Selain infrastruktur, pangan, energi, pariwisata, adalah maritim," jelas Menteri yang asli Banyuwangi itu.

Dan di pariwisata, pesan Presiden Joko Widodo itu sudah diterjemahkan ke dalam 10 destinasi prioritas. Dari 10 destinasi yang sudah ditetapkan pemerintah, tujuh di antaranya beraroma bahari.

Ada Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maltara. Belum lagi potensi wisata bahari yang tidak ada dalam daftar percepatan 10 itu. Tengok saja Raja Ampat Papua Barat, Bunaken-Lembeh Sulut, Derawan Kaltim-Kaltara, Anambas, Natuna, Banda-Ambon, dan lainnya.

"Itu semakin menguatkan mengapa Phinisi selalu menjadi icon dalam travel market, termasuk Pacific Exposition 2019. Di sini (Selandia Baru, Red), kita ingin menunjukkan potensi bahari kita yang luar biasa," jelas dia.

Bila ditarik ke sejarah dunia juga masih sangat connect. Sejak dulu, sejarah bangsa-bangsa besar dunia identik dengan aroma maritim. Selalu terkait dengan bahari.

Tengok saja Inggris, Spanyol, Portugis, Prancis dan Belanda. Semua terlihat hebat karena punya maritim yang kuat. Indonesia juga sama. Ada Sriwijaya dan Majapahit yang sangat disegani lantaran punya armada maritim yang kuat.

"Menghadirkan kembali Wonderful Indonesia dalam kekuatan keindahan bahari di Pacific Exposition tu sangat strategis. Ada filosofinya, ada sejarahnya, ada estetikanya. Yang lebih penting, ada spirit membangun bahari melalui pintu pariwisata," ungkap Arief Yahya yang Mantan Dirut PT Telkom ini.

Selama di Pacific Exposition, Menpar Arief Yahya didampingi Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, Tantowi Yahya, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Asdep Pemasaran I Regional IV Edi Wardoyo Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono, Ketua Tim Percepatan Millenial Gabriella Patricia dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel.