Tuesday, January 22, 2019

Desain Interior Minimalis vs Maksimalis


Mendesain interior hunian pada dasarnya memang tergantung dari keinginan para penghuninya. Tidak hanya dari gayanya, kesinambungan atau jangka waktu juga termasuk diatur berdasarkan preferensi penghuninya.

Pada dekade kedua tahun milenium ini, beragam tipe atau gaya dari desain interior silih bertambah ragamnya. Namun, diatara beragamnya gaya desain interior yang ada, gaya minimalis dan maksimalis masih memuncaki popularitas.

Minimalis

Tidak bisa dinafikkan, gaya minimalis telah merebak kepada pilihan desain interior paling populer dan diterima oleh khalayak masyarakat. Mulai dari rumah subsidi hingga rumah mewah sekalipun mengadopsi gaya minimalis dalam beberapa tahun belakangan ini.

Minimalis lahir dari filosofi budaya Zen dari Jepang yang mana menekankan arti kebebasan dan esensi kehidupan dalam sebuah bangunan melalui sebuah tataran estetika ruangan. Inti dari gaya minimalis adalah kesederhanaan, dimana menghadirkan nuansa interior yang nyaman dan tenang melalui pengefektifan penggunaan furnitur, penyeragaman pola dan warna netral, pencahayaan natural, serta aspek kerapihan pada penataan ruang.

Arti kebebasan dan esensi kehidupan dalam sebuah benda menimbulkan sebuah kelebihan untuk gaya minimalis sebagai gaya yang menuntut nilai ekonomis pada sebuah ruangan. Furnitur yang tidak terlalu banyak selain menekan pengeluaran kalian juga memberi kesan yang rapih, tenang dan luas pada sebuah ruangan.
Pada pengaplikasiannya, desain interior bergaya minimalis menggunakan warna natural atau terang pada dinding dan lantai seluruh ruangan. Hanya ada segelitir furnitur berwarna netral yang sifatnya penting dipajang, baik di dinding ataupun di sudut-sudut ruangan. Rata-rata dari warna dinding atau lantai, furnitur yang digunakan erat kaitannya dengan kesan alam, yaitu berbahan dasar kayu dengan warna netralnya.
Meskipun ruangan terkesan rapih, seragam dan terang, desain minimalis justru memperlihatkan kekurangan, terutama pada kesan kaku dari keseragaman tersebut sehingga menyudutkan kesan kreatif bagi sang penghuninya. Lebih lanjut, para pengunjung yang hadir ke dalam hunian minimalis akan disajikan dengan nuansa yang netral dan minim pengalaman.

Maksimalis

Sebagai gaya yang disebut menjadi lawan dari minimalis, gaya maksimalis atau disebut sebagai gaya eklektik sangat menjauhkan diri dari keseragaman elemen-elemen yang membentuk nuansa ruangan. Gaya maksimalis dapat dikatakan cenderung menghargai evolusi pada sebuah ruang.
Fokusnya lebih kepada kebebasan dari pemikiran sang pemilik hunian untuk menimbulkan kesan nyaman secara subjektif. Penggambarannya yang memadukan beragam warna, furnitur, motif dan hiasan dalam sebuah ruangan membuat sifat gaya maksimalis sangat dinamis dan fleksibel.

Pada pengaplikasiannya, desain maksimalis bertujuan untuk menonjolkan sebuah cerita dalam sebuah ruangan. Hal itu dapat digambarkan dari pemasangan elemen-elemen furnitur atau hiasan unik dan kreatif ke seluruh ruangan. Pada desain maksimalis, tidak ada kata 'haram' memadukan warna dan furnitur bahkan untuk melakukan pelukisan sebuah pola pada ruangan. Justru hal tersebut yang nantinya memberikan daya tarik ruangan yang terorganisasi dalam sebuah tema.
Kreativitas dan keunikan yang ditonjolkan dalam desain maksimalis dapat dikatakan sebagai aspek keunggulannya yang dapat memberikan pengalaman berbeda tidak hanya untuk penghuni namun juga untuk para tamu yang mengunjungi.
Beragamnya furnitur dan hiasan yang dekoratif pada sebuah ruangan, membuat ruangan cenderung padat sekalipun tertata. Hal tersebut yang terkadang membuat kesan sesak dan padat dalam sebuah ruangan.

0 comments:

Post a Comment